Minggu, 20 Maret 2016

Inovasi Produk dan Entrepreneurship Teknologi Informasi



Produk-produk teknologi saat ini sudah sangat luar biasa baik dalam kuantitas maupun kegunaannya, terutama dalam teknologi komputer yang bisa dianggap sebagai cikal bakal dalam teknologi informasi dan komunikasi. Produk-produk tersebut selalu laku dipasaran, hal ini dikarenakan produk teknologi selalu melakukan upgrade atau selalu membuat terobosan-terobosan baru sebagai inovasi produk mereka.
Berikut adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi terjadinya inovasi produk apapun yang berkaitan dengan kehidupan manusia terlebih tentang produk teknologi komputer dan komunikasi, hal-hal tersebut diantaranya :

1. Peranan Teknologi
Teknologi menjadi bagian penting dan bagian utama yang mendukung keberhasilan suatu organisasi dalam menciptakan inovasi produk. Karenanya investasi dana untuk kepentingan teknologi juga sangat dibutuhkan. banyak perusahaan yang tidak segan untuk mengeluarkan dana banyak hanya sekedar untuk melakukan riset untuk menghasilkan suatu inovasi. Oleh karena itu teknologi sangat berperan atau menjadi penentu bagi sebuah perusahaan saat berhadapan dengan para pesaingnya.
Dengan inovasi berarti pemanfaatan pengetahuan untuk mentransformasikan proses produksi dan jasa secara komersil, agar memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Pekerjaan inovasi selain terkait dengan produksi juga terkait dengan masalah manajemen sebagai pengambil keputusan dalam memproduksi produk dengan fitur baru. Oleh karena itu keberadaan teknologi – inovasi dalam satu perusahaan berada dalam satu manajemen. Sehingga pengelolaan yang baik akan mendorong penggunaan teknologi dan inovasi yang memungkinkan strategi organisasi atau perusahaan dapat terlaksana dan tujuan dapat tercapai.

2. Penerapan Teknologi dan Inovasi
Dengan adanya inovasi maka teknologi tidak selalu “high-tech”, akan tetapi perubahan teknologi kepada teknologi terkini juga akan mengakibatkan perubahan nyata organisasi. Inovasi yang disertakan pada sebuah produk mungkin saja masih kecil atau sedikit namun demikian akan tetap dapat memberikan nilai tambah kepada produk tersebut terutama nilai tambah pada organisasi atau perusahaan.

3. Tantangan Inovasi
Inovasi tidak selalu harus berkaitan dengan hal yang besar. Inovasi menjadi bagian perusahaan dalam menentukan daya saingnya. Meski demikian inovasi tidak selalu dapat diterapkan dengan baik, hal ini karena adanya penolakan resistensi dalam perusahaan yang berkaitan dengan dampak yang diterima organisasi atau perusahaan. Jika inovasi diterapkan, maka akan muncul kekuatiran terhadap dampak yang akan diterima, apakah dampaknya nyata atau tidak.

4. Peranan Manajemen
Sudah bukan rahasia lagi bahwa dengan penerapan teknologi dan inovasi dalam organisasi akan mampu memajukan organisasi tersebut. Pihak pengelola dalam memajukan perusahaan maka harus mau mempersiapkan kebutuhan teknologinya guna terciptanya inovasi yang telah diyakini dapat memajukan perusahaan.
Jadi peranan manajemen bukan hanya mendorong terciptanya produk baru, akan tetapi juga menciptakan sistem yang menjamin bahwa produk yang dikembangkan akan menggunakan teknologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan termasuk kenyamanan dan keamanan penggunanya.

5. Uji Coba Produk Baru
Organisasi yang telah menerapkan teknologi baru pada barang dan jasa tertentu yang dihasilkannya dapat memilih sasaran tertentu pada pasar; kemungkinan mana yang berhasil dan tidak berhasil. Produk tersebut harus dilempar ke pasaran guna mengetahui mana yang dapat dikembangkan atau diproduksi lebih lanjut dan mana yang perlu inovasi lagi sebagai sampel atau model produknya, selanjutnya model yang memiliki apresiasi dari pelanggan terbaik dipilih untuk dikembangkan.

6. Lingkungan Internal
Penerapan teknologi sebagai pendukung dalam inovasi juga dipengaruhi oleh lingkungan internal organisasi. Hal ini dapat dilihat dari:


  • Dikembangkan atau tidaknya sumberdaya baru untuk menerapkan ide baru sebagai inovasinya.
  • Boleh tidaknya ujicoba produk baru yang dihasilkan.
  • Dibolehkan atau tidaknya kesalahan-kesalahan yang terjadi pada sebuah produk dengan tingkat kesalahan tertentu.

7. Strategi Organisasi atau Perusahaan
Jika berencana menerapkan suatu teknologi, maka harus memastikan dulu bahwa sistem dan budaya yang ada sesuai dengan teknologi yang akan diterapkan. Dukungan dana yang tersedia juga harus dapat menjamin pemakaian teknologi, proses yang ada juga harus disesuaikan, dan inovasi yang akan dilakukan harus berinteraksi dengan organisasi secara keseluruhan.

8. Budaya Entrepreneur Inovatif
Pengelola harus mampu mengembangkan budaya atau kultur yang dapat mendorong terciptanya inovasi dalam organisasi. Diantaranya harus dikembangkan sikap positif terhadap terjadinya perubahan, desentralisasi keputusan manajemen, memiliki kompleksitas, memiliki keterkaitan antar komponen, memberdayakan sumber daya yang tidak digunakan lagi, sistem terbuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar