Produk-produk teknologi saat ini
sudah sangat luar biasa baik dalam kuantitas maupun kegunaannya, terutama dalam
teknologi komputer yang bisa dianggap sebagai cikal bakal dalam teknologi
informasi dan komunikasi. Produk-produk tersebut selalu laku dipasaran, hal ini
dikarenakan produk teknologi selalu melakukan upgrade atau selalu membuat
terobosan-terobosan baru sebagai inovasi produk mereka.
Berikut adalah hal-hal yang
dapat mempengaruhi terjadinya inovasi produk apapun yang berkaitan dengan
kehidupan manusia terlebih tentang produk teknologi komputer dan komunikasi,
hal-hal tersebut diantaranya :
1. Peranan Teknologi
Teknologi menjadi bagian penting
dan bagian utama yang mendukung keberhasilan suatu organisasi dalam menciptakan
inovasi produk. Karenanya investasi dana untuk kepentingan teknologi juga
sangat dibutuhkan. banyak perusahaan yang tidak segan untuk mengeluarkan dana
banyak hanya sekedar untuk melakukan riset untuk menghasilkan suatu inovasi.
Oleh karena itu teknologi sangat berperan atau menjadi penentu bagi sebuah
perusahaan saat berhadapan dengan para pesaingnya.
Dengan inovasi berarti
pemanfaatan pengetahuan untuk mentransformasikan proses produksi dan jasa
secara komersil, agar memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Pekerjaan
inovasi selain terkait dengan produksi juga terkait dengan masalah manajemen
sebagai pengambil keputusan dalam memproduksi produk dengan fitur baru. Oleh
karena itu keberadaan teknologi – inovasi dalam satu perusahaan berada dalam
satu manajemen. Sehingga pengelolaan yang baik akan mendorong penggunaan
teknologi dan inovasi yang memungkinkan strategi organisasi atau perusahaan
dapat terlaksana dan tujuan dapat tercapai.
2. Penerapan Teknologi dan
Inovasi
Dengan adanya inovasi maka
teknologi tidak selalu “high-tech”, akan tetapi perubahan teknologi
kepada teknologi terkini juga akan mengakibatkan perubahan nyata organisasi.
Inovasi yang disertakan pada sebuah produk mungkin saja masih kecil atau
sedikit namun demikian akan tetap dapat memberikan nilai tambah kepada produk
tersebut terutama nilai tambah pada organisasi atau perusahaan.
3. Tantangan Inovasi
Inovasi tidak selalu harus
berkaitan dengan hal yang besar. Inovasi menjadi bagian perusahaan dalam
menentukan daya saingnya. Meski demikian inovasi tidak selalu dapat diterapkan
dengan baik, hal ini karena adanya penolakan resistensi dalam perusahaan
yang berkaitan dengan dampak yang diterima organisasi atau perusahaan. Jika
inovasi diterapkan, maka akan muncul kekuatiran terhadap dampak yang akan
diterima, apakah dampaknya nyata atau tidak.
4. Peranan Manajemen
Sudah bukan rahasia lagi bahwa
dengan penerapan teknologi dan inovasi dalam organisasi akan mampu memajukan
organisasi tersebut. Pihak pengelola dalam memajukan perusahaan maka harus mau
mempersiapkan kebutuhan teknologinya guna terciptanya inovasi yang telah
diyakini dapat memajukan perusahaan.
Jadi peranan manajemen bukan
hanya mendorong terciptanya produk baru, akan tetapi juga menciptakan sistem
yang menjamin bahwa produk yang dikembangkan akan menggunakan teknologi yang
dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan termasuk kenyamanan dan keamanan
penggunanya.
5. Uji Coba Produk Baru
Organisasi yang telah menerapkan
teknologi baru pada barang dan jasa tertentu yang dihasilkannya dapat memilih
sasaran tertentu pada pasar; kemungkinan mana yang berhasil dan tidak berhasil.
Produk tersebut harus dilempar ke pasaran guna mengetahui mana yang dapat
dikembangkan atau diproduksi lebih lanjut dan mana yang perlu inovasi lagi
sebagai sampel atau model produknya, selanjutnya model yang memiliki apresiasi
dari pelanggan terbaik dipilih untuk dikembangkan.
6. Lingkungan Internal
Penerapan teknologi sebagai
pendukung dalam inovasi juga dipengaruhi oleh lingkungan internal organisasi.
Hal ini dapat dilihat dari:
- Dikembangkan atau tidaknya sumberdaya baru untuk menerapkan ide baru sebagai inovasinya.
- Boleh tidaknya ujicoba produk baru yang dihasilkan.
- Dibolehkan atau tidaknya kesalahan-kesalahan yang terjadi pada sebuah produk dengan tingkat kesalahan tertentu.
7. Strategi Organisasi atau
Perusahaan
Jika berencana menerapkan suatu
teknologi, maka harus memastikan dulu bahwa sistem dan budaya yang ada sesuai
dengan teknologi yang akan diterapkan. Dukungan dana yang tersedia juga harus
dapat menjamin pemakaian teknologi, proses yang ada juga harus disesuaikan, dan
inovasi yang akan dilakukan harus berinteraksi dengan organisasi secara
keseluruhan.
8. Budaya Entrepreneur
Inovatif
Pengelola harus mampu mengembangkan budaya atau
kultur yang dapat mendorong terciptanya inovasi dalam organisasi. Diantaranya
harus dikembangkan sikap positif terhadap terjadinya perubahan, desentralisasi
keputusan manajemen, memiliki kompleksitas, memiliki keterkaitan antar
komponen, memberdayakan sumber daya yang tidak digunakan lagi, sistem terbuka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar