Rabu, 23 Maret 2016

Mahasiswa Sebagai Pahlawan Devisa

Mahasiswa merupakan sebutan bagi orangyang sedang menempuh pendidikan tinggi disebuah perguruan tinggi. Sepanjang sejarah mahasiswa diberbagai Negara mengambil peran penting dalam sejarah suatu Negara, seperti di Indonesia pada mei 1998, ratusan ribu mahasiswa berhasil mendesak Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya(Wikipedia).
 a) Tugas, tanggung jawab, dan peluang mahasiswa dalam bisnis.
Mahasiswa sebagai masyarakat intelektual dan sekaligus sebagai warganegara tentu saja memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan.Mahasiswa dituntut bukan hanya untuk cerdas dalam belajar,akan tetapi juga harus kritis terhadap kenyataan sosial yang ada. Karena itulah ada istilah bahwa mahasiswa disebut sebagai agent of change atau agent of modernization. Sebab, secara regeneratif segala bentuk kenyataan yang ada hari ini pasti diwariskan kepada mahasiswa yang memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai penggagas ide bagi kemajuan kehidupan sosial dan berbangsa. Sejarah juga mencatat bahwa peran mahasiswa juga sangat besar dalam proses reformasi.
Dunia usaha saat ini tidak lagi memandang gender maupun batasan usia. Bahkan saat ini banyak anak muda atau generasi muda yang terjun kedunia wirausaha. Munculnya para pengusaha muda khususnya dari kalangan mahasiswa memberikan warna tersendiri bagi pertumbuhan bisnis di Indonesia.
Kebebasan dalam berinovasi memberikan ruang gerak yang luas bagi mahasiswa untuk menciptakan sebuah pelluang usaha. Kebanyakan mahasiswa memilih jenis usaha atau bisnis berawal dari hobi atau kegemarannya untuk menambah uang jajan.
Dalam menjalankan peluang bisnis mahasiswa bisa membidik target pasar di sekitarnya seperti kalangan sesama mahasiswa atau dosen-dosen dan tenaga kerja yang ada di lingkungan kampus. Apabila respon yang didapat cukup bagus, selanjutnya bisa merambah pasar bebas baik di lingkup lokal, nasional, maupun internasional.
b) Mahasiswa dan jiwa entrepreneurship
entrepreneurship pada hakekatnya merupakan sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki keinginan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.  Entrepreneur dapat mendukung kesejahteraan masyarakat. Jika kita lihat, jumlah pengangguran di Indonesia lumayan banyak dan cenderung meningkat tiap tahunnya. Ini disebabkan karena lapangan kerja yang minim, jumlah penduduk yang terlalu banyak dll.
Salah satu cara untuk mengurangi pengangguran adalah dengan membuka lapangan pekerjaan dengan cara berwirausaha, namun kebanyakan orang-orang yang berpendidikan tinggi biasanya lebih suka bekerja pada suatu perusahaan. Mereka kurang berani mengambil resiko dalam berwirausaha.
Padahal jika mereka berani mengambil resiko dan berani membuka usaha maka hal tersebut dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Mereka dapat memiliki penghasilan sendiridan menggaji orang lain. Tapi kenyataannya, sulit untuk memulai suatu usaha. Ketakutan akan kegagalan & kerugian yang selalui menghantui  sebelum akan memulai suatu usaha. Oleh karena itu jiwa kewirausahaan harung dikembangkan dikehidupan kampus. Hal ini agar orang yang berpendidikan mampu menciptakan lapangan pekerjaan , bukannya mencari pekerjaan.
Sebagai generasi muda yang berpendidikan, mahasiswa harus menyiapkan dan memiliki mental kewirausahaan dan dapat mempraktekan langsung dalam kehidupan sehari-hari meskipun hanya dengan usaha kecil - kecilan. Jiwa entrepreneur harus ditumbuhkankembangkan di dunia kampus sebagai modal untuk survive ketika sudah terjun di dunia masyarakat.
c)  Perbandingan antara model bisnis tradisional dan online/digital
pada saat ini terdapat dua model bisnis yaitu model bisnis tradisional dan model bisnis online. Dahulu sebelum adanya model bisnis online, para pedagang memiliki peluang yang besar dalam berdagang, sedangkan pada saat ini setelah munculnya model bisnis online membuat berkurangnya peluang bisnis model tradisional dalam perdagangan.
Usaha atau bisnis dengan model tradisional bekerja sama dengan tempat tempat usaha seperti halnya ruko, pertokoan, dan lain sebebagainya. Dengan model bisnis tradisional pembeli/konsumen biasanya langsung bertemu dengan penjual/ yang menawarkan langsung. Seperti halnya jual beli di pasar, koperasi, dan lain sebagainya. Biasanya berawal dari modal yang kecil sehingga tidak terlalu mendapatkan untung yang besar.
Kebaikan dengan model bisnis yang seperti ini adalah konsumen dapat langsug melihat barang yang akan dibelinya. Seperti melihat dari kualitas sesuai harga atau tidak. Jenis barang lembut atau tidak, dll.
Bisnis dengan model online/ digital memiliki arti yakni bisnis dengan sistem milik sendiri. Bisnis online yaitu bisnis yang berhubungan dengan internet. Bisnis dengan memasang iklan penjualan dengan blog atau website yang bisa dikunjungi via internet dan melakukan transaksi tanpa harus bertemu pembeli.
Penggunaan dengan model bisnis ini memiliki keuntungan yakni kita tidak perlu memikirkan biaya untuk membangun toko, sewa tok0, sewa ruko, dan lain sebagainya.
modal untuk membuka bisnis tradisional dan bisnis online sangatlah berbeda. Untuk memulai yang tradisional kita pasti membutuhkan tempat sebagai syarat nomor satu dan tempat itu apabila letaknya tidak strategis, pembeli akan susah menemukan tempat bisnis dan yang selanjutnya adalah apabila kita telah mendapatkan lokasi yang strategis , kita harus pula mempunyai uang yang banyak untuk membeli lokasi tersebut karena jaman sekarang ini apabila lokasi tersebut bagus pastilah harganya mahal dan belum lagi untuk pembayaran lainnya mulai dari listrik, pegawai, dan sebagainya. Akan tetapi jika kita berjualan online semua yang kita butuhkan sangatlah mudah dan murah, untuk memulainya pertama pastilah kita harus menemukan suplier nya terlebih dahulu, menentukan dimana untuk berjualan, seperti websites atau jejaring sosial dan setelah menentukan , promosi adalah hal yang penting karena itulah yang membuat pembeli akan mengunjungi websites kita, dan setelah pembeli datang, dia tertarik dan membeli, semua yang kita lakukan selanjutnya adalah konfirmasi dan kirim. Pembeli itu belum tentu hanya di 1 daerah saja maka dengan menggunakan bisnis online kita bisa mendapatkan banyak peminat dari berbagai daerah, karena itulah mengapa untuk memulai bisnis online sangatlah mudah dan menguntungkan.
d)  Global advertising  berdasarkan segmen
Global Advertising atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan promosi global atau mendunia, maksudnya adalah dalam mempromosikan suatu produk tidak hanya mempromosikannya di dalam negeri saja , akan tetapi juga sampai keluar negeri, teknologi telah canggih, kita tidak perlu sampai harus membuat baliho atau papan iklan di luar negeri, cukup dengan meletakkan iklan produk yang kita jual di sebuah websites yang ramai atau jejaring sosial, maka pembeli yang berasal dari luar negeri pun tentu akan bisa melihat produk yang kita jual dan membelinya.
Global advertising berdasarkan segmen pasar, maksudnya adalah dalam mempromosikan suatu produk kita juga habis melihat kondisi dimana kita akan mempromosikan barang tersebut. Misalnya dengan kita hendak menjual  (hanya contoh saja) sebuah jas hujan, akan tetapi kita mempromosikan produk kita itu di sebuah negara yang kering dan tandus contonya afrika atau mesir, sudah pasti itu adalah kesalahan yang paling fatal dan memalukan. Karena itulah mengapa global advertising  dalam dan berdasarkan segmen pasar sangat penting saat hendak menjual produk.
e)  Implementasi e-Business yang tepat bagi mahasiswa
Sebagai mahasiswa ada banyak macam bisnis yang bisa dikerjakan melalui fasilitas internet. Memilih bisnis ini tergantung dari kemampuan dan minat yang kita punya. Salah satu pilihan bisnis yang bisa diambil sebagai mahasiswa adalah dengan mengambil e-business.
E-Business atau Electronic Business dapat didefenisikan sebagai aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan atau jasa dengan memanfaatkan media internet sebagai medium komunikasi dan transaksi. Jadi, setiap transaksi yang kita lakukan melalui media internet, pada dasarnya kita telah menggunakan e-business atau sering orang menyebutnya bisnis online.
Bisnis yang sebelumnya dilakukan manusia (transaksi tradisional) dirasa sangat kurang. Transaksi yang dilakukan antara pihak pembeli dan penjual mengharuskan penetapan tempat dan waktu khusus. Lain halnya dengan e-business, transaksi jual beli dilakukan secara otomatis melalui internet. Implementasinya bisa berupa pemasangan iklan dan mengajak orang untuk membeli produk kita.
Dalam proses e-business, ada lima kemungkinan bentuk relasi bisnis berdasarkan transaksinya, yakni Pertama: Business to Business atau B2B yaitu perdagangan sesama pelaku usaha. Kedua: Business to Consumer atau B2C yaitu perdagangan yang dilakukan pelaku usaha dengan konsumen. Ketiga: Consumer to Consumer C2C yaitu perdagangan sesama konsumen. Keempat: Consumer to Business C2B yaitu perdagangan antar konsumen dengan pelaku usaha. Kelima: Intrabusiness e-business yaitu perdagangan dalam lingkup intranet perusahaan.
»»  ITIHI SABARATAAN...

Minggu, 20 Maret 2016

Inovasi Produk dan Entrepreneurship Teknologi Informasi



Produk-produk teknologi saat ini sudah sangat luar biasa baik dalam kuantitas maupun kegunaannya, terutama dalam teknologi komputer yang bisa dianggap sebagai cikal bakal dalam teknologi informasi dan komunikasi. Produk-produk tersebut selalu laku dipasaran, hal ini dikarenakan produk teknologi selalu melakukan upgrade atau selalu membuat terobosan-terobosan baru sebagai inovasi produk mereka.
Berikut adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi terjadinya inovasi produk apapun yang berkaitan dengan kehidupan manusia terlebih tentang produk teknologi komputer dan komunikasi, hal-hal tersebut diantaranya :

1. Peranan Teknologi
Teknologi menjadi bagian penting dan bagian utama yang mendukung keberhasilan suatu organisasi dalam menciptakan inovasi produk. Karenanya investasi dana untuk kepentingan teknologi juga sangat dibutuhkan. banyak perusahaan yang tidak segan untuk mengeluarkan dana banyak hanya sekedar untuk melakukan riset untuk menghasilkan suatu inovasi. Oleh karena itu teknologi sangat berperan atau menjadi penentu bagi sebuah perusahaan saat berhadapan dengan para pesaingnya.
Dengan inovasi berarti pemanfaatan pengetahuan untuk mentransformasikan proses produksi dan jasa secara komersil, agar memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Pekerjaan inovasi selain terkait dengan produksi juga terkait dengan masalah manajemen sebagai pengambil keputusan dalam memproduksi produk dengan fitur baru. Oleh karena itu keberadaan teknologi – inovasi dalam satu perusahaan berada dalam satu manajemen. Sehingga pengelolaan yang baik akan mendorong penggunaan teknologi dan inovasi yang memungkinkan strategi organisasi atau perusahaan dapat terlaksana dan tujuan dapat tercapai.

2. Penerapan Teknologi dan Inovasi
Dengan adanya inovasi maka teknologi tidak selalu “high-tech”, akan tetapi perubahan teknologi kepada teknologi terkini juga akan mengakibatkan perubahan nyata organisasi. Inovasi yang disertakan pada sebuah produk mungkin saja masih kecil atau sedikit namun demikian akan tetap dapat memberikan nilai tambah kepada produk tersebut terutama nilai tambah pada organisasi atau perusahaan.

3. Tantangan Inovasi
Inovasi tidak selalu harus berkaitan dengan hal yang besar. Inovasi menjadi bagian perusahaan dalam menentukan daya saingnya. Meski demikian inovasi tidak selalu dapat diterapkan dengan baik, hal ini karena adanya penolakan resistensi dalam perusahaan yang berkaitan dengan dampak yang diterima organisasi atau perusahaan. Jika inovasi diterapkan, maka akan muncul kekuatiran terhadap dampak yang akan diterima, apakah dampaknya nyata atau tidak.

4. Peranan Manajemen
Sudah bukan rahasia lagi bahwa dengan penerapan teknologi dan inovasi dalam organisasi akan mampu memajukan organisasi tersebut. Pihak pengelola dalam memajukan perusahaan maka harus mau mempersiapkan kebutuhan teknologinya guna terciptanya inovasi yang telah diyakini dapat memajukan perusahaan.
Jadi peranan manajemen bukan hanya mendorong terciptanya produk baru, akan tetapi juga menciptakan sistem yang menjamin bahwa produk yang dikembangkan akan menggunakan teknologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan termasuk kenyamanan dan keamanan penggunanya.

5. Uji Coba Produk Baru
Organisasi yang telah menerapkan teknologi baru pada barang dan jasa tertentu yang dihasilkannya dapat memilih sasaran tertentu pada pasar; kemungkinan mana yang berhasil dan tidak berhasil. Produk tersebut harus dilempar ke pasaran guna mengetahui mana yang dapat dikembangkan atau diproduksi lebih lanjut dan mana yang perlu inovasi lagi sebagai sampel atau model produknya, selanjutnya model yang memiliki apresiasi dari pelanggan terbaik dipilih untuk dikembangkan.

6. Lingkungan Internal
Penerapan teknologi sebagai pendukung dalam inovasi juga dipengaruhi oleh lingkungan internal organisasi. Hal ini dapat dilihat dari:


  • Dikembangkan atau tidaknya sumberdaya baru untuk menerapkan ide baru sebagai inovasinya.
  • Boleh tidaknya ujicoba produk baru yang dihasilkan.
  • Dibolehkan atau tidaknya kesalahan-kesalahan yang terjadi pada sebuah produk dengan tingkat kesalahan tertentu.

7. Strategi Organisasi atau Perusahaan
Jika berencana menerapkan suatu teknologi, maka harus memastikan dulu bahwa sistem dan budaya yang ada sesuai dengan teknologi yang akan diterapkan. Dukungan dana yang tersedia juga harus dapat menjamin pemakaian teknologi, proses yang ada juga harus disesuaikan, dan inovasi yang akan dilakukan harus berinteraksi dengan organisasi secara keseluruhan.

8. Budaya Entrepreneur Inovatif
Pengelola harus mampu mengembangkan budaya atau kultur yang dapat mendorong terciptanya inovasi dalam organisasi. Diantaranya harus dikembangkan sikap positif terhadap terjadinya perubahan, desentralisasi keputusan manajemen, memiliki kompleksitas, memiliki keterkaitan antar komponen, memberdayakan sumber daya yang tidak digunakan lagi, sistem terbuka.
»»  ITIHI SABARATAAN...

Jumat, 25 November 2011

Ketentuan Umum Penulisan Daftar Pustaka

1. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan alfabet nama pengarang

2. Nama pengarang susunannya dibalik, dimulai nama belakang atau nama keluarga (jika ada), nama kecil (jika perlu), diikuti nama depan, dan gelar (jika perlu)

3. Jarak antarbaris dalam satu pokok pustaka 1 spasi, sedangkan jarak antarpokok pustaka 2 spasi

4. Setiap pokok pustaka diketik dari margin sebelah kiri, sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik 4 ketukan dari margin sebelah kiri

5. Jika ada dua karya tulis atau lebih oleh pengarang yang sama, maka nama pengarang pada pokok pustaka kedua, ketiga, dan seterusnya diganti dengan garis lurus 5-7 ketukan;

6. Jika ada dua atau lebih buku/karya tulis oleh pengarang yang sama pada tahun yang sama, maka penulisan tahun penerbitan ditam-bahkan huruf kecil di belakangnya (1990 a, 1990 b, dst.).

7. Tahun penerbitan yang dicantumkan dalam daftar pustaka adalah tahun penerbitan pada urutan terakhir (jika buku tersebut bukan merupakan terbitan pertama).

8. Judul buku diketik dengan huruf tebal, atau huruf biasa yang diberi garis bawah, atau huruf miring.

9. Jika ditulis oleh seorang pengarang, nama pengarang susunannya dibalik, dimulai dari nama belakang.

10. Jika buku yang dipakai terdiri dari dua jilid atau lebih, maka setelah penulisan judul dicantumkan (jilid ….) atau (edisi ….).

11. Jika ditulis oleh lembaga/komisi/organisasi/institusi, nama lemba-ga/komisi/organisasi/institusi sebagai pengganti nama penga-rang.
Contoh: Departemen Pertambangan RI. 2001 (judul) ……. dst.

12. Jika ditulis oleh dua atau tiga orang pengarang:
* Nama pengarang pertama susunannya dibalik;
* Nama pengarang kedua (dan ketiga) susunannya tidak dibalik;
* Urutan penulisan nama pengarang sesuai dengan urutan dalam buku/sumber referensi, nama penulis utama diletakkan paling depan. Contoh:
Rahman, Andi; Rahmad Hidayat; dan Saiful Bahri. 1989. Termodinamika. Jakarta: Erlangga.243 halaman.

13. Jika satu buku/sumber referensi ditulis oleh lebih dari tiga orang: yang ditulis hanya nama pengarang pertama dengan susunan penulisan nama pengarang dibalik, diikuti (et.al.) atau (dkk.) di belakangnya.
Contoh: Hidayat, Rahmad (dkk.). 1990. Perpindahan Panas. .……dst.

14. Jika tanpa nama pengarang (anonim), maka langsung ditulis judul buku/referensi, diikuti data-data publikasi lain. Akan tetapi jika buku/sumber referensi tersebut tidak ada data publikasi sebagai data pendukung, sebaiknya tidak dipakai sebagai referensi dalam karya ilmiah kita.

15. Jika pada buku/sumber referensi tersebut sudah ada perubah-an/ralat/revisi, maka setelah judul buku dituliskan (edisi revisi) atau (ed.rev.), atau (rev.ed.).

16. Judul artikel atau karya ilmiah lain yang disejajarkan dengan artikel (misalnya makalah, skripsi, tesis, disertasi yang tidak dipublikasikan) penulisannya diapit tanda petik ganda (“).

17. Buku yang ada nama pengarang dan nama editor, maka:
* Yang ditulis dalam daftar pustaka adalah nama editor, diikuti (ed.) atau (eds.) di belakangnya;
* Jika editornya lebih dari seorang, cara penulisan nama editor sama dengan penulisan nama pengarang.
Contoh: Syamsuri, dkk. (eds.). 2004. Motor Bakar. Surabaya: Bina Ilmu.

18. Sumber referensi berupa artikel dalam buku kumpulan karangan (antologi) yang ada editornya:
* Nama penulis artikel, diikuti tahun penerbitan;
* Judul artikel, ditulis di antara tanda petik ganda (“);
* Nama editor, ditulis tanpa dibalik, diikuti (ed.) atau (eds.);
* Judul buku/antologi, ditulis dengan huruf tebal/bergaris bawah/huruf miring;
* Nomor halaman (jika perlu); diikuti data publikasi lain.
Contoh:
Hasan, M.Z. 1990. “Karakteristik Penelitian Kualitatif”, dalam Aminuddin (ed.), Pengembangan Penelitian Kualitatif, (hal. 216-217). Malang: HISKI dan YA3.

19. Jika buku referensi kita merupakan terjemahan/saduran:
a) Cara pertama:
nama pengarang asli, tahun penerbitan, judul (setelah diterje-mahkan), nama penerjemah, kata (terj.), data publikasi. Contoh:
Bacon, Edmun N. 2000. Perancangan Kota. S. Gunadi, (terj.). Jakarta: Bina Pustaka. 413 hal.
b) Cara kedua:
nama pengarang asli, tahun penerbitan, judul (setelah diterje-mahkan), kata diterjemahkan oleh …/terjemahan oleh …, nama penerjemah, data publikasi. Contoh:
Bacon, Edmun N. 2000. Perancangan Kota. diterjemahkan oleh S. Gunadi. Jakarta: Bina Pustaka. 413 hal.

20. Skripsi, tesis, dan disertasi yang belum dipublikasikan untuk umum, diperlakukan sama dengan artikel, kemudian dituliskan jenis karya ilmiah (skripsi/tesis/disertasi), diikuti nama jurusan, fakultas, perguruan tinggi, kota dan tahun penerbitan. Contoh:
Kristanti, Ni Luh Putu M. 2000. “Sistem Informasi Pegawai Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya”. Skripsi: Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya.

21. Sumber referensi/rujukan dari artikel/makalah dalam jurnal: Nama penulis artikel, tahun penerbitan, judul penerbitan, judul artikel (ditulis di antara tanda kurung), nama jurnal/majalah (ditulis dengan huruf tebal/bergaris bawah/huruf miring), data publikasi lain. Contoh:
Suprijono, Agus dan M. Yusuf. 2002. “lodisasi Garam Rakyat dengan Cara Lapis Spray Kabut”, dalam Jurnal IPTEK Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Volume 5 nomor 3 September 2002, hal. 47-54.

22. Rujukan berupa artikel/makalah dalam jurnal, dari CD-ROM, cara penulisannya sama dengan rujukan dari artikel dalam jurnal, ditambah keterangan CD-ROM dalam tanda kurung. Contoh:
Khrasen, S. 1980. “Age, Rate, and Eventual Attainment in Second Language Acquisition” TESOL Quarterly, 12 (2): 26-28 (CD-ROM: TESOL Quarterly Digital, 2000).

23. Rujukan dari internet, yang merupakan karya individual, nama pengarang, tahun penerbitan, judul (dicetak miring/huruf tebal/bergaris bawah), selanjutnya diberi keterangan (online), diikuti alamat sumber rujukan serta keterangan kapan diakses, ditulis dalam tanda kurung. Contoh:
Hitchcock, S. & W. Hall. 1996. A Survey of STM Online Journals: The Calm before the Storm, (online). (http://Journal.ecs. ac.uk/ survey/html, diakses 12 Juni 2005).

24. Rujukan dari internet berupa artikel dalam jurnal:
Nama penulis, tahun penerbitan, judul artikel, judul jurnal, diikuti keterangan (online), volume dan nomor jurnal, alamat sumber rujukan, disertai keterangan kapan diakses ditulis dalam tanda kurung. Contoh:
Kumaidi, N. 1998. “Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengem-bangan Tesnya”. Jurnal Ilmu Pendidikan. (online) jilid 5 nomor 4 (http:/www.malang.ac.id, diakses 20 Januari 2000).

25. Rujukan dari internet berupa bahan diskusi:
Nama penulis, diikuti tanggal, bulan, dan tahun, topik bahan diskusi, nama bahan diskusi (dicetak miring) dan diberi keterangan (online), diakhiri alamat e-mail sumber rujukan, disertai keterangan kapan diakses dalam tanda kurung. Contoh:
Wilson, D. 20 November 1995. “Summary of Citing Internet Sites”. NETTRAIN Discussion List. (online), (NETTRAIN @ ubvm. cc.buffalo.edu, diakses 20 November 2000).

26. Rujukan dari internet berupa E-mail pribadi:
Nama pengirim (jika ada), disertai keterangan dalam tanda kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti tanggal, bulan, tahun, diikuti topik isi bahan rujukan (dicetak miring/bergaris bawah), nama orang yang dikirimi dan alamat e-mail orang yang dikirimi ditulis dalam tanda kurung. Contoh:
Davis, A. (a.davis @ uwts.edu.au). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tools. E-mail kepada Alison Hunter (huntera @ usq.edu.au).

27. Rujukan berupa makalah yang disajikan dalam seminar/ pertemu-an ilmiah:
Nama penulis, tahun, judul makalah, diikuti pernyataan “Makalah disajikan dalam……..”, nama pertemuan ilmiah, lembaga penye-lenggara, tempat penyelenggaraan, tanggal dan bulan. Contoh:
Winardi, Slamet dan Kunto Eko S. 2003. “Perancangan Alat Pengontrol Pintu Otomatis Menggunakan Bahasa Pemro-graman VHDL”, Makalah disajikan dalam Seminar Nasio-nal, ITATS, Surabaya, 3 Juli 2003.

28. Rujukan dari koran, tanpa nama penulis
Jawa Pos 22 April 2000. “Penggunaan internet yang Efektif”, halaman 8.,

29. Rujukan dari dokumen resmi pemerintah yang diterbitkan oleh penerbit, tanpa penulis atau tanpa lembaga:
Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional). 2005. Bandung: Fokusmedia.

30. Rujukan dari artikel/makalah dalam koran atau majalah:
Huda, Muh. 1998. “Mengantisipasi Bahaya Internet”. Surya. 13 November 1998. Halaman 4. (Gorys Keraf, 1980 dan Universitas Negeri Malang, 2000)


Sumber : http://wong168.wordpress.com

»»  ITIHI SABARATAAN...

Jumat, 21 Oktober 2011

Macam-Macam Bunyi Beep Sebagai Peringatan Kerusakan Pada Komputer

Untuk mengetahui jenis kerusakan atau permasalahan yang sering terjadi pada komputer ketika dinyalakan, dapat dikenali melalui bunyi beep yang muncul pada speaker mainboard pada saat pertama kali komputer dihidupkan.
Dengan mengenal bunyi beep pada tiap motherboard kita dapat mengetahui keruksakan atau masalah pada motherboard kita.

Mainboard dengan BIOS Award dan BIOS Phoenix :

Bunyi beep pendek 1 kali : Sistem Normal.

Bunyi beep pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.

Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM/ram atau terjadi short ram.

Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA Card/sering terjadi bila menggunakan vga onboard.

Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard atau pada VGA Card,sering ditandai dengan tidak menyalanya lampu led pada keyboard.

Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali : Kerusakan/kesalahan pada ROM

Bunyi beep panjang berkali-kali : Kerusakan/kesalahan Pada DRAM, DRAM tidak terpasang dengan benar, atau DRAM tidak kompatibel dengan mainboard,perhatikan pci pada DRAM yang di pasang

Bunyi beep pendek berkali-kali : Tenaga pada power supply tidak cukup, segera ganti power supply atau periksa kabel-kabel power supply.

Mainboard dengan BIOS AMI :

Tidak ada bunyi beep : Kerusakan/kesalahan pada mainboard, powersupply, atau speaker internal.

Bunyi beep pendek 1 kali : Sistem normal.

Bunyi beep pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM.

Bunyi beep pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 2 kali.

Bunyi beep pendek 4 kali : Kesalahan tanggal dan waktu pada sistem.

Bunyi beep pendek 5 kali : Kerusakan pada prosesor/mainboard.

Bunyi beep pendek 6 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard.

Bunyi beep pendek 7 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 5 kali.

Bunyi beep pendek 8 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA.

Bunyi beep pendek 9 kali : Kesalahan pada saat checksum rom.

Bunyi beep pendek 10 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.

Bunyi beep pendek 11 kali : Kerusakan/kesalahan pada Cache Memory.

Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kesalahan pada saat memory test.

Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 8 kali : Kesalah pada saat pengecekan VGA.
Dan dibawah ini ada sedikit arti sebuah suara bip, yang menandakan adanya kesalahan/kegagalan di salah satu komponen komputer anda.

Tipe AMI BIOS :

1x suara BEEP panjang
Ada kemungkinan RAM mati atau terpasang tidak benar, sehingga menyebabkan kegagalan refresh DRAM.

2x
Kegagalan rangkaian parity. Pada saat data yang ditransmisikan dalam komputer, biasanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi error. Pekerjaan ini dilakukan rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya masalah pada memori atau mainboard.

3x
Kegagalan base memori 64K, kegagalan ini biasanya disebabkan slot memori yang dikelompokkan dalam modul yang memiliki chip rusak. Base memori 64K adalah 64 KB memori yang pertama pada RAM.

4x
Kegagalan sistem timer, kemungkinan terdapat kesalahan pada satu atau lebih timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada motherboard.

5x
Kegagalan processor, dapat disebabkan panas berlebih, atau karena proses tidak terpasang benar kedalam socketnya.

6x
Kegagalan keyboar controller/gate A20, keyboard controller adalah chip pada motherboard yang mengendalikan keyboard anda

7x
kesalahan pembacaan processor kemungkinan adanya kerusakan pada processor

8x
kesalahan baca/tulis memory display

9x
Kerusakan BIOS

10x
Kesalahan CMOS

11x
Kerusakan cache memori

Semua type Motherboard

1. kalau ada Bunyi Beeb pendek 1 x , itu tandanya komputer baik-baik saja
2.kalau bunyi Beep… panjang 1x, masalah pada Hardisk.
3. Beep.. panjang 1x trus Beeb pndek 1x, Motherboardnya bermasalah.
4.Beeb.. panjang 1x terus Beeb pendek 2x, VGAnya bermasalah.
5. Beep Panjang 3x, Keyboardnya error
6.Beep, Beep (pendek) terus2an, coba periksa Power supplynya
7.Beep… Panjang terus2an, berarti ada masalah pada Memorinya.


Sumber : http://jangsuharna.wordpress.com/

»»  ITIHI SABARATAAN...